Surabaya, Metropolitannews.Id – Pemerintah Kota Surabaya mewajibkan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) terlibat dalam berbagai kegiatan sport tourism yang diselenggarakan di Kota Pahlawan sebagai upaya memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya Herry Purwadi mengatakan kegiatan olahraga, termasuk perlombaan lari, memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah karena mampu mendatangkan peserta dari berbagai wilayah.
“Sebagai tujuan yaitu sport tourism, kami selalu mendukung karena ini akan berdampak yang sangat luar biasa, baik pertumbuhan ekonomi, okupansi hotel, dan sebagainya,” kata Herry, Jumat.

Menurut dia, peserta kegiatan olahraga berskala regional, nasional hingga internasional tidak hanya berasal dari Surabaya, tetapi juga dari berbagai daerah di Jawa Timur maupun luar Jawa Timur.
Kehadiran peserta dari luar daerah tersebut, lanjut Herry, turut membuka peluang perputaran ekonomi karena mereka membutuhkan tempat menginap, makanan, transportasi serta berbagai kebutuhan lainnya selama berada di Surabaya.
“Karena tamu-tamu atau peserta yang datang itu tidak hanya dari Kota Surabaya, seperti run. Jadi ada yang dari luar kota, baik itu Jawa Timur bahkan dari luar Jawa Timur,” ujarnya.
Untuk memastikan manfaat ekonomi tersebut turut dirasakan pelaku usaha lokal, Pemkot Surabaya meminta setiap penyelenggara kegiatan berkolaborasi dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopumdag).
Herry menegaskan keterlibatan UKM menjadi bagian yang wajib dalam penyelenggaraan kegiatan di Surabaya sehingga pelaku usaha memperoleh ruang untuk menawarkan produk kepada peserta dan masyarakat yang hadir.
“Karena setiap penyelenggara, pemerintah kota itu mewajibkan berkolaborasi dengan Dinkopumdag Surabaya. Jadi menyertakan UKM wajib hukumnya,” tegasnya.
Ia berharap kehadiran UKM dalam kegiatan sport tourism tidak sekadar menjadi pelengkap acara, tetapi dapat meningkatkan aktivitas ekonomi dan pendapatan pelaku usaha.
“Jadi setiap kegiatan yang ada di Kota Surabaya kami selalu ingin berkolaborasi memberikan kesempatan kepada UKM agar perekonomian mereka juga meningkat dibandingkan hari-hari biasa,” katanya.
Pemkot Surabaya, kata Herry, akan terus mendorong penyelenggaraan berbagai kegiatan yang mampu mendatangkan masyarakat dari luar daerah sekaligus memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk mendapatkan manfaat langsung dari aktivitas tersebut. mtp/tok

