Eks Hi-Tech Mall Disulap Jadi Surabaya Urban Creative Hub, Eri Dorong Anak Muda Kembangkan Bisnis Kreatif

Surabaya, Metropolitannews.Id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dengan menghadirkan Surabaya Urban Creative Hub (Subec) di kawasan eks Hi-Tech Mall. Ruang kreatif ini disiapkan sebagai wadah bagi anak muda untuk memamerkan karya, membangun kolaborasi, sekaligus mengembangkan usaha agar memiliki nilai ekonomi.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, Subec dirancang menjadi tempat berkumpulnya generasi muda yang memiliki potensi di berbagai bidang, mulai dari seni, lukisan, desain, teknologi, startup hingga produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu membuka peluang lebih besar bagi anak muda untuk memperkenalkan kreativitas dan hasil karyanya kepada masyarakat luas.

“Tempat ini memang saya impikan menjadi tempat kreatifnya anak muda Surabaya. Hari ini bisa terwujud, arek-arek Suroboyo yang punya kreativitas di bidang seni, lukisan, desain, maupun bidang lainnya bisa berkumpul dan berkembang di Subec,” kata Eri, Sabtu.

Eri menegaskan, potensi kreativitas anak muda tidak boleh berhenti sebatas menghasilkan karya atau mengikuti perlombaan. Kreativitas tersebut perlu diarahkan menjadi kegiatan produktif yang mampu menciptakan peluang usaha dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian kota.

Karena itu, Pemkot Surabaya berupaya menyediakan ruang promosi sekaligus mendorong keberlanjutan usaha melalui akses pemasaran dan pendampingan.

Eri bahkan meminta peserta festival yang belum mendapatkan stan agar tetap bisa memanfaatkan Subec untuk memamerkan dan menjual produk mereka. Dengan demikian, karya yang dihasilkan memiliki kesempatan lebih luas untuk dikenal dan dibeli masyarakat.

Selain mendorong pertumbuhan usaha kreatif, Eri juga menekankan bahwa Subec harus menjadi ruang inklusif yang memberikan kesempatan setara bagi seluruh masyarakat.

Dia mencontohkan keterlibatan penyandang disabilitas yang turut memperoleh fasilitas stan untuk memperkenalkan produk maupun karya mereka.

“Siapapun yang punya prestasi, siapapun yang kreatif, semuanya harus mendapatkan kesempatan. Tadi ada teman-teman disabilitas juga diberikan stan. Inilah kesetaraan, tidak ada yang tertinggal di Kota Surabaya,” ujarnya.

Sementara itu, Investment Partner Ozora Yatrapaktaja Andre Oentoro mengatakan, Surabaya Startup Festival 3.0 menjadi salah satu upaya pembinaan untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha, terutama dalam meningkatkan kualitas produk dan membangun model bisnis yang berkelanjutan.

Antusiasme terhadap program tersebut terbilang tinggi. Andre menyebut jumlah pendaftar mencapai lebih dari 380 peserta, melampaui target awal yang ditetapkan sebanyak 150 peserta.

Setelah melalui proses kurasi, sebanyak 50 pelaku usaha terpilih untuk mengikuti rangkaian program pengembangan bisnis.

Pembinaan tersebut meliputi workshop selling dan branding, penguatan bisnis, hingga klinik pitching yang melibatkan praktisi serta ahli hukum.

Melalui rangkaian pendampingan tersebut, para pelaku usaha diharapkan semakin siap mengembangkan bisnis, memperkuat strategi pemasaran, serta meningkatkan daya saing produk.

Kehadiran Subec sekaligus diharapkan menjadi penghubung antara kreativitas anak muda dengan peluang pasar, sehingga ekosistem ekonomi kreatif Surabaya dapat tumbuh lebih luas dan berkelanjutan. mtp/rus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *