Surabaya, Metropolitannews.Id – Surabaya Great Expo (SGE) 2026 yang digelar selama lima hari di Exhibition Hall Grand City Surabaya mencatat perputaran transaksi ekonomi mencapai Rp7,751 miliar.
Pameran yang berlangsung pada 5-9 Agustus 2026 tersebut tidak hanya menjadi ajang jual beli produk, tetapi juga dimanfaatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk memperkuat ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pemasaran, pengurusan legalitas, jejaring bisnis, serta perluasan akses pasar.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan SGE tahun ke-15 berhasil menarik 48.022 pengunjung. Jumlah tersebut sekaligus melampaui target awal yang ditetapkan sekitar 47.650 pengunjung.
“Dari total perputaran ekonomi tersebut, transaksi langsung mencapai Rp5,05 miliar, sedangkan potensi transaksi bisnis tidak langsung sebesar Rp2,701 miliar,” kata Eri, Kamis.

Menurut dia, nilai transaksi tersebut juga melampaui target Pemkot Surabaya yang sebelumnya memproyeksikan perputaran ekonomi sebesar Rp7 miliar selama pelaksanaan pameran.
Eri mengatakan tingginya transaksi SGE menunjukkan kebutuhan UMKM terhadap ruang promosi dan pemasaran masih cukup besar. Hal tersebut terlihat dari akumulasi transaksi SGE sepanjang 2022 hingga 2025 yang telah mencapai lebih dari Rp30,3 miliar.
Dalam periode tersebut, sekitar 370 UMKM binaan Pemkot Surabaya telah mendapatkan fasilitasi untuk mengikuti kegiatan SGE.
“SGE ini sejak beberapa tahun terakhir sudah menggerakkan uang lebih dari Rp30 miliar. Setiap pameran rata-rata perputarannya Rp7 miliar sampai Rp9 miliar,” ujarnya.
Ia menegaskan dukungan terhadap UMKM tidak hanya dilakukan dengan menyediakan stan pameran. Pemkot Surabaya juga mendorong penguatan fondasi usaha melalui fasilitasi legalitas.
Hingga pelaksanaan SGE 2026, sekitar 450 legalitas usaha telah didorong melalui penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, serta pendaftaran merek.
“Pameran ini bukan hanya soal menampilkan dan menjual produk. Bagaimana kita memberikan sertifikat halal, membantu sertifikat merek, ini yang sangat dibutuhkan UMKM. Pemerintah tugasnya memfasilitasi,” katanya.
Eri menilai legalitas dan kualitas produk merupakan modal penting bagi UMKM untuk memperluas pasar. Karena itu, kegiatan promosi harus berjalan beriringan dengan pendampingan usaha agar pelaku UMKM mampu berkembang secara berkelanjutan.
Selain membuka peluang transaksi, SGE juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk lokal Surabaya kepada masyarakat dan wisatawan. Pemkot, kata Eri, perlu mengambil peran dalam memasarkan produk UMKM agar semakin dikenal dan memiliki pasar yang lebih luas.
“Pemkot juga harus menjadi marketing bagi UMKM. Produk lokal Surabaya, baik pakaian maupun makanan, harus kita tunjukkan kepada masyarakat bahwa kualitasnya luar biasa dan bisa menjadi pilihan warga maupun wisatawan,” ujarnya.
Konsep tersebut diterapkan dalam penyelenggaraan SGE 2026 dengan menggabungkan kegiatan perdagangan dan pelayanan publik. Pengunjung tidak hanya dapat membeli produk UMKM, tetapi juga mengakses sejumlah layanan seperti pengurusan perizinan, pendampingan sertifikasi halal, pendaftaran merek, hingga layanan paspor.
Eri menyebut konsep tersebut sebagai “one stop shopping” karena masyarakat dapat berbelanja sekaligus memperoleh berbagai pelayanan dalam satu lokasi.
“Jadi orang bisa menikmati makanan, melihat dan membeli pakaian, sekaligus mendapatkan pelayanan publik. Ke depan, kegiatan seperti ini akan lebih sering kita gerakkan untuk memasarkan UMKM Surabaya,” katanya.
Pemkot Surabaya juga menyiapkan langkah lanjutan agar akses pasar bagi UMKM tidak berhenti setelah pameran berakhir. Salah satunya melalui pengembangan Surabaya Urban Creative Hub (Sub Expocenter) di kawasan eks Hi-Tech Mall.
Ruang tersebut akan diarahkan menjadi wadah bagi anak muda yang bergerak di bidang ekonomi kreatif dan industri digital. Produk lokal, kreativitas, dan pengembangan usaha berbasis teknologi diharapkan dapat berkembang dalam satu ekosistem.
“Di Sub Expocenter nanti anak-anak muda yang bergerak di ekonomi kreatif dan digital akan kita fasilitasi. Produk lokal Surabaya, kreativitas anak muda, dan ekonomi kreatif akan dikumpulkan di sana,” tutur Eri. dan/har

