Surabaya, Metropolitannews.Id — Pembukaan akses Radial Road di kawasan Surabaya Barat oleh Pemerintah Kota Surabaya menjadi peluang baru bagi pengembangan kawasan ekonomi. Ciputra Group melalui CitraLand Surabaya telah menyiapkan rencana pengembangan kawasan komersial di sepanjang Radial Road sepanjang 3 Km.
General Manager CitraLand Surabaya Christiono Yuliarso mengatakan, keberadaan Radial Road tidak hanya berfungsi sebagai akses alternatif untuk mengurai kepadatan lalu lintas, tetapi juga berpotensi menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Surabaya Barat.
Menurut dia, CitraLand Surabaya memiliki cadangan lahan yang cukup luas di sepanjang jalur tersebut. Dari kawasan G-Walk ke arah timur terdapat lahan sekitar 700 meter, sementara di sisi barat G-Walk membentang lahan sekitar tiga kilometer.
“Karena itu, kami siap mengembangkan kawasan komersial di sepanjang Radial Road. Kawasan sepanjang tiga kilometer di wilayah CitraLand akan kami kembangkan menjadi pusat bisnis, pusat keramaian dan pusat ekonomi baru di Surabaya Barat,” ujar Christiono, Senin.

Berbeda dengan kawasan hunian, lahan yang berada di koridor Radial Road nantinya diarahkan untuk pengembangan komersial dengan ukuran kavling besar. Sejumlah peruntukan yang dibidik antara lain hotel, perkantoran, apartemen, dealer otomotif, restoran hingga kafe berskala besar.
Dia menyebut konsep kawasan tersebut nantinya diarahkan menyerupai koridor bisnis Jalan Mayjend Sungkono yang telah berkembang sebagai salah satu pusat komersial di Surabaya.
Meski demikian, CitraLand Surabaya belum menetapkan harga jual lahan komersial di sepanjang Radial Road karena kawasan tersebut saat ini belum secara resmi dipasarkan. Namun bila ada investor yang berminat membeli atau bekerjasama, pihaknya siap melayani.
Sebagai gambaran, harga tanah untuk kawasan hunian di CitraLand Surabaya saat ini berada di kisaran Rp11 juta hingga Rp15 juta per meter persegi. Sementara lahan komersial berkisar Rp20 juta hingga Rp30 juta per meter persegi, bergantung pada lokasi.
“Kami terbuka untuk investor yang berminat mengembangkan bisnis di Radial Road terutama yang dapat menghadirkan fasilitas baru dan memperkuat ekosistem CitraLand. Kami masih membutuhkan banyak investor untuk perhotelan, perkantoran, komersial dan restoran-restoran besar maupun komersial lainnya ,” tambah dia.
Selain Radial Road, kawasan CitraLand Surabaya juga dilalui Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB). Kedua akses utama tersebut nantinya akan bertemu di kawasan Central Business District (CBD) CitraLand yang akan menjadi pusat aktivitas ekonomi sekaligus pusat kota baru di dalam kawasan CitraLand Surabaya.
Saat ini, kawasan CBD CitraLand telah berkembang dengan sejumlah fasilitas, antara lain kampus Universitas Ciputra, supermarket modern Hokky, apartemen serta kawasan ruko.
Sementara itu, di sisi barat Radial Road telah berdiri Ciputra Hospital dan sejumlah fasilitas olahraga padel. Dua tower Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra juga tengah dalam proses pembangunan.
Christiono mengungkapkan, sebagian kecil lahan di sepanjang koridor tersebut memang telah terjual, termasuk lahan yang berada di sekitar Konsulat Jenderal Amerika Serikat. Namun, sebagian besar lahan masih tersedia dan belum dipasarkan.
“Kami juga sudah melakukan komunikasi dengan Pemerintah Kota Surabaya terkait rencana pengembangan kawasan tersebut. Radial Road dan JLLB ini nantinya akan kami kembangkan untuk komersial yang besar-besar seperti Mayjend Sungkono. Di titik pertemuan Radial Road dan JLLB ini akan kami bangun pusat kota, yakni CitraLand CBD,” pungkas Christiono. tar/din

