Tekan Harga Cabai Jelang Akhir Tahun, Pemkot Surabaya Perluas Gerakan Tanam di Kampung

Surabaya, Metropolisnews.Com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengoptimalkan gerakan menanam cabai di lingkungan masyarakat sebagai langkah menjaga ketersediaan pasokan dan mengendalikan harga komoditas tersebut menjelang akhir tahun 2026.

Program ini melibatkan masyarakat, kelompok tani (poktan), hingga komunitas urban farming. Hasil panen yang diperkirakan mulai tersedia pada Desember 2026 diharapkan dapat menambah pasokan cabai di pasaran sehingga membantu meredam kenaikan harga.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Nanik Sukristina mengatakan, gerakan penanaman cabai telah dimulai sejak akhir Agustus hingga awal September 2026. Salah satu bentuk dukungannya adalah pembagian bibit cabai kepada warga agar dapat ditanam secara mandiri.

“Harapannya pada Desember nanti sudah ada hasil panen dari masyarakat maupun kelompok-kelompok yang mengikuti kegiatan ini. Dengan begitu, hasil panennya bisa ikut menambah pasokan cabai di pasaran sehingga membantu menekan harga,” katanya, Senin.

Menurut Nanik, gerakan tersebut juga diperkuat melalui Surabaya Urban Farming Competition. Melalui kompetisi itu, warga di berbagai kampung didorong lebih aktif memanfaatkan lahan yang tersedia untuk menanam dan merawat tanaman cabai.

Selain mengandalkan partisipasi masyarakat, DKPP Surabaya juga memperluas pengembangan komoditas cabai melalui kelompok tani. Salah satu lokasi yang menjadi sasaran pengembangan adalah Bekas Tanah Kas Desa (BTKD) Jambangan.

Di lokasi tersebut, DKPP menyiapkan 4.100 bibit cabai yang ditanam menggunakan 2.050 polybag. Pengembangan ini turut didukung pemanfaatan teknologi hasil kolaborasi dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Teknologi tersebut diarahkan untuk menghasilkan tanaman cabai yang lebih tahan terhadap serangan hama serta meningkatkan kualitas hasil panen. Salah satu keunggulannya adalah menghasilkan cabai yang tidak mudah mengalami pembusukan.

“Ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan,” ujar Nanik.

Ia menjelaskan, hasil panen dari berbagai program penanaman tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan cabai di pasar. Penambahan pasokan dari tingkat masyarakat dan kelompok tani diharapkan ikut mengurangi tekanan harga, terutama menjelang periode akhir tahun.

Nanik juga mengajak masyarakat membudayakan kegiatan bercocok tanam dengan memanfaatkan pekarangan maupun lahan terbatas di sekitar tempat tinggal.

Menurutnya, urban farming tidak hanya mendukung ketersediaan pangan di tingkat kota, tetapi juga dapat membantu rumah tangga memenuhi sebagian kebutuhan pangan secara mandiri. mtp/ hud

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *